Hero Image
UPDATES

Arema FC Pinjamkan Bayu Setiawan ke RANS Nusantara FC

August 20, 2026

KABAR AREMA

MUAT BERITA LAINNYA

#SINGONIAGA - "SATU JIWA SATU USAHA"

Warung Arema Malang: Legenda Kuliner Arang yang Tak Lekang oleh Zaman

Warung Arema Malang: Legenda Kuliner Arang yang Tak Lekang oleh Zaman

Malang memang tidak pernah sepi dari surga kuliner. Di antara deretan restoran modern, ada sebuah warung makan legendaris yang mampu bertahan puluhan tahun dan tetap menjadi primadona. Namanya Warung Arema, sebuah rumah makan di Jalan Zainul Arifin No.10, Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, yang telah beroperasi sejak era 1970-an. Kesetiaan warung ini terhadap cita rasa tradisional inilah yang membuatnya selalu ramai didatangi, mulai dari warga lokal, mahasiswa, hingga para pejabat dan artis Tanah Air. Awal Mula dari Sebuah Warung Rujak Perjalanan panjang Warung Arema dimulai dari sebuah kisah sederhana. Sang pemilik, Titik Ariyati (69), awalnya hanya berjualan rujak cingur di depan rumahnya yang berada di sebuah gang buntu. Pada masa itu, warungnya lebih dikenal dengan nama Warung Gang Buntu. Lambat laun, permintaan dari para mahasiswa kos di sekitar Universitas Brawijaya (UB) mulai berubah. Mereka tidak hanya ingin menyantap rujak, tetapi juga meminta makanan berat seperti nasi dan lauk-pauk. Mendengar masukan itu, Titik mulai mengembangkan menunya. Hingga akhirnya, nasi campur dan aneka lauk khas Nusantara menjadi menu andalan yang dicari banyak orang. Pada tahun 2017, warung ini pindah ke ruko yang lebih luas, namun lokasinya masih berada di Jalan Zainul Arifin yang sama. Nama Warung Arema pun melekat kuat sebagai identitas baru yang tetap membawa semangat dan rasa yang sama. Rahasia Cita Rasa: Bukan Kompor, tapi Arang Keunikan utama Warung Arema yang menjadi pembicaraan banyak orang adalah metode memasaknya. Titik secara konsisten mempertahankan penggunaan arang sebagai bahan bakar, sebuah tradisi yang sudah dipegangnya sejak pertama kali membuka warung setengah abad lalu. Meskipun biaya untuk membeli arang mencapai sekitar Rp100 ribu setiap harinya, ia tidak pernah berniat untuk menggantinya dengan kompor gas elpiji. Selain soal kebiasaan, ada alasan kuat di balik pilihannya: rasa. Bu Titik mengaku takut memakai gas elpiji. Dari dulu sia sudah pakai arang, ini sudah jadi kebiasaan. Masak dengan arang membuat masakan lebih enak, bumbu meresap sempurna, dan daging ayamnya jadi lebih empuk, cerita Bu Titik pada sebuah media Komitmen terhadap kualitas ini juga ia wujudkan dengan tetap memotong sendiri sekitar 20 kilogram ayam utuh setiap harinya. Meski dibantu oleh anak keduanya, Ifa, dan anggota keluarga lain, racikan bumbu khas Warung Arema tetap ia buat dengan tangannya sendiri agar cita rasanya tidak berubah sedikit pun. Menu Favorit dan Harga yang Bersahabat Menu yang ditawarkan di Warung Arema sangat beragam namun tetap lekat dengan selera lokal. Menu andalannya adalah Nasi Campur, yang di dalamnya terdapat sayur segar, urap-urap, mie, dan lauk pilihan seperti ayam goreng. Selain itu, ada juga Nasi Semur yang disebut-sebut paling menggugah selera. Untuk lauk tambahan, tersedia pilihan seperti Tempe, Mendol, Bakwan Jagung, serta Sate Komoh. Harganya pun sangat terjangkau dan bersahabat, mulai dari Rp18 ribu hingga Rp30 ribu per porsi untuk menu semur, sedangkan menu lainnya bisa dinikmati dengan harga mulai Rp1.000 hingga Rp25.000. Favorit Para Tokoh Bukan hanya masyarakat umum yang menjadi pelanggan setia Warung Arema. Cita rasa otentiknya berhasil menarik perhatian banyak tokoh nasional. Mantan pemain dan Pelatih Arema Aji Santoso diketahui sangat menyukai masakan di sini hingga bisa menghabiskan dua porsi nasi dalam satu waktu. Selain itu, mantan pemain Arema FC Juan Revi, dan tokoh lainnya Warisan Rasa yang Terjaga Bagi Titik, Warung Arema bukan sekadar bisnis kuliner, melainkan warisan rasa yang harus ia jaga dengan sepenuh hati. Ia bertekad untuk tidak merubah racikan dan metode memasaknya sedikit pun. Bagi Anda yang sedang berkunjung ke Kota Malang, menyambangi Warung Arema bukan hanya sekadar mengisi perut, tetapi juga menikmati pengalaman menyantap kuliner legendaris yang sarat akan nilai sejarah dan cita rasa autentik.(**)

Warung Arema Malang: Legenda Kuliner Arang yang Tak Lekang oleh Zaman
Warung Arema Malang: Legenda Kuliner Arang yang Tak Lekang oleh Zaman
Warung Arema Malang: Legenda Kuliner Arang yang Tak Lekang oleh Zaman
Orem-Orem Arema: Kuliner Legendaris Malang dengan Ketupat Besar dan Kuah Santan Gurih Sejak 1995

Orem-Orem Arema: Kuliner Legendaris Malang dengan Ketupat Besar dan Kuah Santan Gurih Sejak 1995

Bagi masyarakat Malang, nama "Arema" kerap kali identik dengan semangat dan kebanggaan lokal. Tak hanya di dunia sepak bola, semangat itu juga terpatri dalam kulinernya. Salah satu warung makan legendaris yang sukses membawa nama "Arema" sebagai jaminan cita rasa adalah Orem-Orem Arema. Berdiri sejak tahun 1995, warung yang kini berlokasi di Jalan Galunggung No.56F, Kecamatan Klojen, Kota Malang ini, menjadi destinasi wajib bagi para pencinta kuliner khas Nusantara. Perjalanan dari Gerobak Keliling hingga Warung Ternama Sejarah panjang Orem-Orem Arema dimulai dari usaha sederhana. Awalnya, sang ayah dari pemilik warung saat ini berjualan orem-orem keliling menggunakan gerobak di kawasan Dinoyo, yang dikenal sebagai area padat mahasiswa dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Kota Malang. Seiring berjalannya waktu, usaha kuliner yang berbahan dasar tempe ini diwariskan kepada generasi kedua pada tahun 2000-an. Pada masa transisi tersebut, warung ini sempat menetap di Jalan Blitar sebelum akhirnya menemukan lokasi permanennya yang strategis di Jalan Galunggung. Hingga kini, Orem-Orem Arema menjadi wadah berkumpul tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga komunitas suporter setia Arema FC. Keunikan Rasa: Perpaduan Tempe dan Ketupat Raksasa Orem-orem merupakan salah satu makanan khas Malang yang belum banyak dikenal luas oleh masyarakat di luar Jawa Timur. Di Orem-Orem Arema, hidangan ini disajikan dengan sangat autentik. Bahan utamanya sederhana, namun paduannya mampu membangkitkan selera: ketupat, tempe, tauge segar, dan kuah santan kuning yang gurih. Ciri khas paling mencolok dari sajian ini adalah penggunaan ketupat, bukan lontong. Ketupat yang digunakan memiliki ukuran yang cukup besar, sekitar 10 sentimeter. Hal ini sengaja dipertahankan agar pengunjung merasa lebih puas saat menyantap kuliner legendaris ini. Tidak hanya itu, pemilik warung juga menggunakan dua jenis tempe untuk menciptakan cita rasa yang khas. Ada tempe biasa yang umum dikonsumsi masyarakat, serta tempe semangit atau tempe setengah fermentasi yang memberikan aroma dan rasa yang lebih dalam. Tempe yang telah dipotong kecil-kecil tersebut kemudian disiram dengan kuah santan berbumbu rempah dan kaldu ayam, menciptakan harmoni rasa gurih yang melekat di lidah. Harga Terjangkau, Tetap Setia pada Resep Meski harga bahan baku terus mengalami kenaikan di pasaran, Orem-Orem Arema tetap berkomitmen menjaga kualitas dan cita rasa otentiknya dengan harga yang sangat bersahabat. Satu porsi orem-orem varian ayam dibanderol hanya Rp15 ribu, sedangkan varian biasa tanpa ayam bisa dinikmati dengan harga Rp10 ribu. Bagi yang ingin menambah asupan protein, tersedia juga tambahan lauk berupa telur dan telur asin. Orem-Orem Arema buka setiap hari mulai pukul 09.30 hingga 15.30 WIB, namun tutup pada hari Jumat. Jika Anda sedang berwisata kuliner di Kota Malang dan ingin merasakan pengalaman menyantap makanan khas yang telah bertahan lebih dari dua dekade, Orem-Orem Arema adalah pilihan yang tepat. Sensasi gurihnya kuah santan, empuknya tempe semangit, serta kenyangnya ketupat berukuran jumbo, akan membawa Anda pada cita rasa nostalgia yang tak terlupakan. (**)

Orem-Orem Arema: Kuliner Legendaris Malang dengan Ketupat Besar dan Kuah Santan Gurih Sejak 1995
Orem-Orem Arema: Kuliner Legendaris Malang dengan Ketupat Besar dan Kuah Santan Gurih Sejak 1995
Orem-Orem Arema: Kuliner Legendaris Malang dengan Ketupat Besar dan Kuah Santan Gurih Sejak 1995
JLM Fresh Fruit, Teman Segar Aremania di Tengah Kesibukan Kota Malang

JLM Fresh Fruit, Teman Segar Aremania di Tengah Kesibukan Kota Malang

MALANG – Bagi masyarakat Malang, kata "Arema" bukan sekadar nama klub sepak bola, melainkan sebuah identitas, semangat, dan gaya hidup. Semangat pantang menyerah yang diusung Aremania kerap kali membutuhkan dukungan fisik yang prima. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas harian—baik untuk bekerja, berkumpul bersama komunitas suporter, maupun menjaga pola makan keluarga—mengonsumsi buah-buahan segar menjadi salah satu kunci menjaga stamina. Menjawab kebutuhan nutrisi tersebut, JLM Fresh Fruit hadir sebagai mitra andalan penyedia buah premium di Kota Malang. Tak hanya menyediakan buah, JLM Fresh Fruit juga menjadi simbol komitmen terhadap kualitas, layaknya semangat Arema yang tak pernah lekang oleh waktu.
Semangat Lokal, Kualitas Global Berlokasi di Royal Janti Residence D15, Kecamatan Sukun, usaha yang dikelola oleh Wuri Handayani ini berawal dari kecintaan terhadap kuliner sehat. Di bawah pengelolaannya, setiap butir buah melalui proses seleksi yang sangat ketat. Mulai dari kualitas rasa, tingkat kesegaran, hingga penampilan fisiknya, semuanya diperiksa dengan standar tinggi. JLM Fresh Fruit menyediakan ragam pilihan yang lengkap, mencakup buah-buahan lokal pilihan hingga buah impor berkualitas. Bagi para atlet, pegiat olahraga, atau bahkan Aremania yang sedang menjaga kebugaran, JLM Fresh Fruit menjadi sumber vitamin dan serat harian yang sangat mudah diakses.
Kesegaran untuk Segala Suasana Kelebihan JLM Fresh Fruit terletak pada fleksibilitasnya. Buah segarnya bukan hanya untuk dikonsumsi sendiri, tetapi juga menjadi elemen penting untuk berbagai momen, antara lain: · Konsumsi Rapat di Kantor: Sajian buah yang tertata rapi memberikan kesan profesional sekaligus menjaga konsentrasi para rekan kerja atau tamu bisnis. · Bingkisan (Parcel) Istimewa: Kombinasi warna cerah dari beragam buah segar yang dirangkai secara elegan, menjadikannya pilihan hadiah yang berkesan untuk kolega, saudara, atau rekan komunitas. · Stok Harian Rumah Tangga: Menghadirkan nutrisi alami langsung ke meja makan keluarga tercinta untuk menjaga kesehatan sehari-hari.
Layanan Cepat dan Mudah Bagi masyarakat Malang Raya yang mengutamakan kemudahan, JLM Fresh Fruit siap melayani dengan cepat dan responsif. Anda bisa langsung mendatangi lokasi atau melakukan pemesanan melalui layanan berikut: · Pemilik: Wuri Handayani · Alamat: Royal Janti Residence D15, Sukun, Kota Malang · Layanan Order: WhatsApp di nomor 081330077369 Jangan ragu untuk menghadirkan kesegaran dan kesehatan pilihan dari JLM Fresh Fruit. Karena untuk menjalani hari yang produktif—entah mendukung Arema di stadion atau beraktivitas di kantor—tubuh yang sehat adalah investasi terbaik! (*)

JLM Fresh Fruit, Teman Segar Aremania di Tengah Kesibukan Kota Malang
JLM Fresh Fruit, Teman Segar Aremania di Tengah Kesibukan Kota Malang
JLM Fresh Fruit, Teman Segar Aremania di Tengah Kesibukan Kota Malang

AREMA CORNER

LIHAT SEMUA OPINI
Stenly Rehardson

Stenly Rehardson

Staff Media Arema FC

Media Arema dan Upaya Menjadi Media Kultural

Sebuah klub sepak bola tidak pernah benar-benar berdiri sendiri. Di belakangnya ada kota, masyarakat, budaya, pelaku usaha, komunitas, hingga cerita-cerita kecil yang membuat sebuah klub memiliki identitas. Karena itu, ketika sebuah media klub mulai membuka diri terhadap isu di luar lapangan, langkah tersebut sejatinya bukan sekadar keluar dari pakem, melainkan upaya membangun ekosistem media yang lebih hidup.

Media Arema memiliki modal kultural yang sangat kuat. Ada nama Arema, Aremania, Malang, hingga berbagai ikon yang melekat di dalamnya. Modal tersebut bisa menjadi pintu masuk untuk menghadirkan media yang tidak hanya berbicara tentang pertandingan, pemain, atau aktivitas klub, tetapi juga menangkap denyut kehidupan di sekitarnya.

Memang, jika mengacu pada pakem umum, website resmi klub biasanya identik dengan berita pertandingan, agenda tim, pernyataan manajemen, profil pemain, dan informasi resmi lainnya. Media klub ditempatkan sebagai kanal komunikasi institusi. Apa yang disampaikan pun cenderung berorientasi pada kepentingan klub.

Namun, apakah media Arema harus berhenti sampai di sana? Justru di sinilah ruang untuk melakukan terobosan. Media Arema dapat menempatkan dirinya sebagai media kultural, sebuah ruang yang menggunakan kekuatan identitas Arema dan Malang untuk bercerita lebih luas tentang masyarakatnya.

Menumpang pada ikon-ikon yang sudah kuat bukan sesuatu yang harus selalu dimaknai negatif. Dalam konteks media, ikon adalah pintu masuk untuk menghubungkan pembaca dengan cerita yang lebih luas. Nama Arema dan Malang memiliki daya tarik yang besar. Dari sana, media bisa membawa pembaca mengenal UMKM, kuliner, bisnis lokal, komunitas, kreativitas anak muda, hingga berbagai gagasan yang tumbuh di Malang Raya.

Ketika sebuah UMKM diberi ruang, misalnya, yang dibicarakan bukan hanya produknya. Ada cerita tentang bagaimana seseorang membangun usaha, mempertahankan bisnis keluarga, memanfaatkan momentum pertandingan, atau mendapatkan berkah dari aktivitas sepak bola. Di titik itu, sepak bola bertemu dengan ekonomi kerakyatan.

Begitu pula dengan bisnis. Arema bukan hanya tentang 90 menit pertandingan. Setiap pertandingan menghadirkan pergerakan ekonomi. Ada pedagang, pengusaha merchandise, kuliner, transportasi, perhotelan, hingga berbagai sektor lain yang ikut bergerak. Cerita-cerita seperti ini justru memperlihatkan betapa sepak bola memiliki dampak sosial dan ekonomi yang jauh lebih luas.

Ruang opini juga menjadi bagian penting. Media klub tidak harus selalu berada dalam posisi berbicara satu arah. Memberikan ruang bagi opini berarti membuka kesempatan bagi pembaca untuk melihat Arema dari berbagai perspektif. Tentu tetap diperlukan batas yang jelas antara informasi resmi klub, opini, dan konten komersial. Tetapi keberagaman perspektif justru dapat membuat sebuah media terasa lebih dekat dengan pembacanya.

Sindikasi Media, Membuka Pintu untuk Ekosistem Pers

Gagasan sebagai media kultural kemudian menjadi semakin menarik dengan keberadaan Sindikasi Media. Website Arema tidak harus memosisikan dirinya sebagai satu-satunya produsen informasi tentang Arema. Sebaliknya, ia dapat menjadi semacam etalase yang mempertemukan berbagai pemberitaan tentang Arema dari media lain.

Media lokal maupun nasional yang memiliki rubrikasi atau perhatian khusus terhadap Arema dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut. Berita-berita yang telah diterbitkan media mitra dapat ditampilkan melalui kanal sindikasi dengan tetap mencantumkan sumber dan identitas media asal.
Konsep ini membuat website Arema hadir bukan sebagai kompetitor bagi media lain, melainkan sebagai aggregator sekaligus hub informasi tentang Arema.

Ini penting karena pemberitaan mengenai sebuah klub tidak pernah hanya lahir dari ruang redaksi internal klub. Ada wartawan yang mengikuti latihan, meliput pertandingan, melakukan wawancara eksklusif, menulis analisis, membuat laporan mendalam, hingga menghadirkan perspektif yang mungkin tidak muncul dalam kanal resmi klub. Semua itu adalah bagian dari ekosistem jurnalistik Arema. 

Dengan menyediakan ruang sindikasi, website Arema justru menunjukkan keterbukaan. Media lokal yang selama ini konsisten mengikuti perjalanan Arema mendapatkan ruang untuk memperluas jangkauan pemberitaannya. Di saat yang sama, media nasional yang memiliki liputan khusus tentang Arema juga bisa hadir di ruang yang sama.

Bahkan, tidak tertutup kemungkinan konsep tersebut berkembang menjadi jaringan yang lebih luas. Media nasional dengan rubrik sepak bola, olahraga, bisnis, gaya hidup, maupun budaya dapat ikut masuk selama memiliki konten yang relevan dengan Arema dan Malang.

Pada titik ini, website Arema tidak sekadar menjadi website milik klub, tetapi berkembang menjadi rumah informasi tentang Arema. Perbedaannya terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar.

Website milik klub berbicara tentang apa yang dilakukan klub. Sementara rumah informasi tentang Arema berbicara tentang apa pun yang berkaitan dengan Arema, sepanjang memiliki nilai informasi dan relevansi bagi pembaca.

Tentu konsep sindikasi membutuhkan aturan editorial yang jelas. Sumber berita harus disebutkan, hak cipta harus dihormati, dan tidak semua berita otomatis dapat ditampilkan tanpa persetujuan atau mekanisme kerja sama yang tepat. Justru karena itu, sindikasi harus dibangun sebagai kemitraan yang saling menguntungkan antara klub dan media. Jika dikelola dengan baik, kanal ini bisa menjadi salah satu kekuatan besar.

Pembaca tidak perlu berpindah-pindah terlalu banyak website untuk mengetahui bagaimana Arema diberitakan. Media lokal tetap mendapatkan kredit dan trafik. Media nasional mendapatkan kanal distribusi tambahan. Sementara Arema memiliki ruang yang lebih luas untuk melihat bagaimana dirinya dipotret dari berbagai sudut. Inilah bentuk keterbukaan yang menarik untuk dikembangkan.

Bukan Sekadar Media Klub

Pada akhirnya, media Arema memiliki kesempatan untuk berkembang lebih jauh dari sekadar official club media. Ia bisa menjadi jembatan antara klub dengan masyarakat, antara sepak bola dengan ekonomi lokal, antara Arema dengan media, serta antara identitas Arema dengan kehidupan Malang yang lebih luas.

Berita tentang UMKM bukan sekadar berita UMKM. Ia menjadi cerita tentang bagaimana ekosistem Arema menghidupkan ekonomi masyarakat.

Cerita tentang bisnis bukan sekadar promosi, tetapi bagaimana identitas lokal menciptakan peluang.

Opini bukan sekadar pendapat, tetapi bagian dari percakapan tentang sepak bola, kota, masyarakat, dan kebudayaan.

Sementara sindikasi bukan sekadar mengumpulkan berita dari media lain, tetapi membangun sebuah ekosistem informasi yang menunjukkan bahwa Arema memiliki banyak cerita dan banyak sudut pandang.

Menabrak sedikit pakem bukan berarti kehilangan jati diri. Bisa jadi, justru dari keberanian menabrak pakem itulah sebuah media menemukan bentuk baru yang lebih relevan. 

Sebab Arema bukan hanya tentang klub. Arema adalah cerita tentang kota, masyarakat, budaya, bisnis, komunitas, media, dan orang-orang yang hidup di dalamnya. Dan media yang membawa nama Arema seharusnya memiliki keberanian untuk menceritakan semua itu. 

icon-instagram

@leychristo

Agus
AG

Agus

ag**@g****.com

Selamat ulangtahun arema ke 39
icon-instagram

@agus

Sudarmaji

Sudarmaji

Pegiat Arema FC

TH39REATNESS: Resiliensi Arema FC di Tengah Ujian Sejarah dan Tantangan Modernitas

Prolog

Menjelang perayaan hari jadinya yang ke-39 pada 11 Agustus 2026, Arema FC mengusung tema besar TH39REATNESS. General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menegaskan di pernyataan resminya saat peluncurab logo dan jargon pada 11 Juli 2026 menyampaikan  bahwa tema ini bukanlah pernyataan kesempurnaan, melainkan komitmen untuk terus berproses dan berupaya memberikan yang terbaik bagi sepak bola Indonesia khususnya Bhumi Arema. 

Dalam perspektif akademik, perjalanan Arema FC menawarkan kajian menarik tentang resiliensi organisasi olahraga di tengah ujian sejarah yang bertubi-tubi sebuah studi kasus tentang bagaimana sebuah institusi olahraga bertahan, beradaptasi, dan terus berefleksi di tengah badai.

Sejarah dan Krisis Identitas

Arema FC lahir pada 11 Agustus 1987, dengan sejarah pendirian yang kompleks dan melibatkan banyak aktor dari Acub Zaenal, putranya Lucky Acub Zainal hingga Dirk Sutrisno serta beberapa tokoh lainya seperti Ovan Tobing, Ebes Sugiyono dan Walikota Malang saat itu Tom Uripan Nitiharjo. 

Klub ini telah melalui berbagai transformasi nama: dari PS Arema Malang (1987-1995), Arema Bentoel (1995-2009), Arema Indonesia (2009-2013), Arema Cronus (2013-2017), hingga Arema FC (2017-sekarang). Setiap pergantian nama merepresentasikan babak baru dalam perjalanan panjang yang terus ditempa oleh waktu.

Namun, perjalanan Arema FC tidak pernah mulus. Klub ini semoat menghadapi krisis finansial yang memaksa mereka mengandalkan pemain muda minim jam terbang, dualisme kompetisi ISL dan LPI pada 2011 yang nyaris membubarkan klub, hingga tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 dan menyebabkan sebagian Arek Malang menanggalkan identitasnya sebagai pendukung Singo Edan.

Ujian Bertubi-tubi dan Resiliensi Organisasi

Pasca Tragedi Kanjuruhan, Arema FC menghadapi sanksi larangan bertanding di Malang selama sisa musim 2022/2023. Manajemen mengungkapkan bahwa selama tiga tahun mereka berusaha mempertahankan eksistensi klub di tengah masa sulit dengan keterbatasan dana karena tidak ada pemasukan akibat harus terusir dari kandang sendiri. "Kami terasa sudah berdarah-darah, sekuat daya dan upaya kami lakukan," ungkap Yusrinal Fitriandi suatu saat.

Musim kompetisi pun bukan perjalanan mudah. Arema FC menghadapi inkonsistensi performa, kehilangan asisten pelatih Kuncoro yang meninggal dunia, serta ketidakhadiran pemain kunci karena cedera dan panggilan tim nasional. 

Namun, di tengah semua itu, Arema FC mulai menemukan stabilitas yang sulit didapat dalam beberapa musim terakhir. 

Manajemen berhasil mempertahankan pelatih Marcos Santos setelah berganti enam pelatih di tengah jalan dalam tiga tahun terakhir. Baru pelatih asal Brasil ini yang mampu bertahan hingga akhir musim.

Professionalisasi sebagai Fondasi Keberlanjutan

Arema FC resmi dinyatakan lolos dalam proses lisensi klub (club licensing) tahun 2026 dengan status "Lolos Bersyarat" (Granted with Sanction). 

Lisensi ini merupakan mekanisme evaluasi tahunan PSSI dan AFC untuk memastikan klub profesional memenuhi standar operasional di bidang olahraga, infrastruktur, administrasi, hukum, dan keuangan.

Keberhasilan ini didasarkan pada penilaian terhadap lima aspek krusial: Sporting (pembinaan usia muda), Infrastructure (fasilitas stadion dan latihan), Personnel & Administrative (kualifikasi SDM dan manajemen), Legal (aspek hukum dan legalitas entitas), serta Financial (kesehatan keuangan dan audit). Bagi manajemen, lisensi bukan sekadar syarat administratif, melainkan fondasi untuk membangun budaya kerja yang sehat dan menjadi kultur pengelolaan di dalam klub.

TH39REATNESS dan Delapan Pilar Ikhtiar

Tema TH39REATNESS diwujudkan melalui delapan pilar ikhtiar yang menjadi kompas pergerakan klub: (1) menghargai jejak sejarah sejak 1987; (2) berjuang bertahan di kasta tertinggi; (3) menjaga kelangsungan organisasi melalui tata kelola yang sehat; (4) menjadi perekat persaudaraan dengan mengedepankan nilai kemanusiaan; (5) membangun loyalitas bersama Aremania dan Aremanita; (6) menjaga kehormatan identitas Malang Raya; (7) mengembangkan inovasi dan adopsi teknologi modern; serta (8) mengembangkan pembinaan talenta masa depan.

Epilog

Arema FC telah membuktikan diri sebagai institusi yang resilient, mampu bertahan di tengah ujian sejarah, krisis finansial, tragedi kemanusiaan, dan tekanan kompetisi. TH39REATNESS adalah janji untuk terus belajar, berupaya, dan berproses. Bukan tentang kesombongan, melainkan kerendahan hati untuk terus berbenah sebuah narasi yang tidak hanya merayakan, tetapi juga mencerahkan bagi Bumi Arema dan sepak bola Indonesia.

Salam Satu Jiwa!

---

Referensi Media:

  • Arema FC Official (2026). TH39REATNESS: Belajar dan Berupaya Menjadi yang Terbaik untuk Semua. aremafc.com
  • Arema FC Official (2026). Arema FC Kantongi Lisensi Klub 2026. aremafc.com
  • RRI.co.id (2026). Arema FC Lolos Lisensi Klub 2026, GM Inal Tegaskan Lima Aspek Profesionalisme. rri.co.id
  • Suryamalang.com (2026). Arema FC Luncurkan Tema HUT 39 Tahun dan Konsep TH39REATNESS. tribunnews.com
  • Kompas.id (2023). Arema, antara Kaburnya Sejarah Pendirian dan Tragedi Kanjuruhan. kompas.id
  • Tribunmadura.com (2025). GM Arema FC Usai Insiden Pelemparan: 3 Tahun Jaga Eksistensi Klub. tribunnews.com
  • JawaPos.com (2026). Ambisi Besar Arema FC Bangun Fondasi Jangka Panjang. jawapos.com
  • Kompas.com (2020). 7 Fakta Menarik di Balik Satu Dekade Gelar Juara Arema. bola.kompas.com
  • Detik.com (2023). Arema FC: Dulu Lahir dari Dualisme, Kini Terancam Bubar. sport.detik.com

Referensi Buku/Akademik:

  • Menelusuri Jejak Singo Edan (Penerbit Buku Kompas, 2025)
  • History of Aremania (2024)——merekam sejarah panjang Aremania dari masa awal, tragedi Kanjuruhan, hingga kebangkitan
  • Ensiklopedia Arema dan Aremania (Tri Septa Agung Pamungkas, 2020)
  • Dinamika Identitas Komunitas Suporter PS Arema Malang Tahun 1992-2000 (Ejournal BRIN)
  • Supporter Identity in Virtual Communication: Case Study on Facebook Group Aremania vs Bonek (Universitas Airlangga)
  • Analisis Identitas dan Solidaritas Kultur Suporter Aremania (Taufiq Afip Atarik, Universitas Malang, 2023)
icon-instagram

@ijamradus76

Dicky
DI

Dicky

di***@i******.com

Ayo semangat Arema
icon-instagram

@dicky

TULIS OPINIMU

LAGA AREMA

Piala Presiden 2026

Kamis, 6 Agustus 2026

3 - 1
Persija Jakarta Persija Jakarta
VS
AREMA FC AREMA FC

BRI SUPER LEAGUE 2026-2027

Jumat, 4 September 2026

15:30 WIB
AREMA FC AREMA FC
VS
Isenmulang Kalteng FC Isenmulang Kalteng FC
BELI TIKET
LIHAT SELENGKAPNYA
NEW NEW NEW NEW

AREMA FC 2025/26 JERSEY

Banner Ads
Banner Ads
Banner Ads
Inagata

Build Your Product

We can help improve productivity of your company or institution. With our ability to produce websites, mobile aps and ios aps we will help solve your problem with good and useful products. Let's talk about how our services can add value to your company.

Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup
Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup